I'm learning modern dance now.
It's kinda hard with this fat body :p
No matter what, I'll have to do this to win a competition.
Sound cool huh?
Selasa, 24 November 2009
Senin, 09 November 2009
Super Ngantuk
Seharian ini kondisi super ngantuk, dengan kepala snut-snut karena banyak yang harus di urus. Multi-tasking memang mesti dibarengi sama Multi-stamina dan multi-konsentrasi..
Mumpung dah bukan working hour, saatnya melakukan aktifitas yang biasanya cuma bisa dilakukan sambil boker di WC:
* Ngecheck FB
* Ngecheck Twitter
* Garuk pantat
Mumpung dah bukan working hour, saatnya melakukan aktifitas yang biasanya cuma bisa dilakukan sambil boker di WC:
* Ngecheck FB
* Ngecheck Twitter
* Garuk pantat
Rabu, 04 November 2009
Jam Kerja
Jam Kerja adalah waktu yang bisa berhubungan dengan perasaan senang (kalau sering nganggur) atau sedih (kalau load work nya kebanyakan).
Kenapa saya posting mengenai jam kerja?
Kalau dulu waktu saya bekerja sebagai programmer di Bali, jam kerja pada dasarnya sangat flexible (flexible yang bertanggung jawab istilahnya). Masuk kantor jam 8 pagi, istirahat 1 jam dari jam 12 sampai jam 1 siang. Kemudian pulang jam 5 sore. Pada aplikasinya: Masuk jam 9 pun diperbolehkan, dan dengan kesadaran pribadi akan menyesuaikan waktu pulangnya, sehingga tetap bekerja minimal 8 jam.
Ada yang cukup lucu di tempat saya bekerja di balikpapan. Pada awalnya, jam kantor adalah Masuk jam 8 pagi, istirahat selama 2 (dua) jam dari jam 12.30 s.d. 14.30, kemudian pulang jam 17.30. Saya secara pribadi tidak ada masalah dengan sistem jam kerja seperti ini. Istirahat siang selama 2 jam bisa saya manfaatkan untuk mengaji, belajar, dan kegiatan positif lainnya.
Beberapa bulan yang lalu, diadakan voting untuk karyawan mengenai jam kerja. Diberikan beberapa opsi: (1) jadwal seperti biasa, (2) Masuk tetap jam 8, istirahat menjadi 1 jam dari jam 12.30 s.d. 13.30, sehingga pulang lebih cepat menjadi jam 16.30. Kelihatannya voting ini gagal, karena tetap muncul dualisme.
Dari gossip-gossip yang beredar: Yang pro perubahan menganggap istirahat 2 jam ini tidak efektif. mereka ingin waktu kerja di manfaatkan maksimal, sehingga nanti jam pulang bisa lebih cepat. Sedangkan yang kontra perubahan menganggap istirahat 2 jam sudah tepat, sehingga yang berkeluarga bisa menemui anak istri (bukan istri anak, karena lebih penting anaknya daripada istrinya) saat siang hari. Disamping itu, di kantor ini tidak tersedia kantin, sehingga kalau istirahat cuma satu jam, karyawan akan kesulitan mencari makan.
Dan akhirnya yang paling pusing menghadapi dualisme ini adalah pihak management. Alhasil keluarlah surat keputusan: "Karyawan dibebaskan memilih jam kerjanya antara istirahat dua jam atau satu jam, pilihan ini hanya boleh di ubah satu tahun sekali, dan semua pihak wajib menghormati setiap pilihan karyawan"
Sementara ini sih tidak terjadi masalah berarti dalam implementasinya. Cuma kadang risih ngeliat ada yang pulang duluan. Sehingga waktu di ajak meeting, mereka menolak. ya sudah, kita pantau bersama bagaimana implementasinya. Kalo ada kecurangan, laporkan!! (lho koq jadi kayak pak EsBeYe aja nih cara ngomongnya)
Kenapa saya posting mengenai jam kerja?
Kalau dulu waktu saya bekerja sebagai programmer di Bali, jam kerja pada dasarnya sangat flexible (flexible yang bertanggung jawab istilahnya). Masuk kantor jam 8 pagi, istirahat 1 jam dari jam 12 sampai jam 1 siang. Kemudian pulang jam 5 sore. Pada aplikasinya: Masuk jam 9 pun diperbolehkan, dan dengan kesadaran pribadi akan menyesuaikan waktu pulangnya, sehingga tetap bekerja minimal 8 jam.
Ada yang cukup lucu di tempat saya bekerja di balikpapan. Pada awalnya, jam kantor adalah Masuk jam 8 pagi, istirahat selama 2 (dua) jam dari jam 12.30 s.d. 14.30, kemudian pulang jam 17.30. Saya secara pribadi tidak ada masalah dengan sistem jam kerja seperti ini. Istirahat siang selama 2 jam bisa saya manfaatkan untuk mengaji, belajar, dan kegiatan positif lainnya.
Beberapa bulan yang lalu, diadakan voting untuk karyawan mengenai jam kerja. Diberikan beberapa opsi: (1) jadwal seperti biasa, (2) Masuk tetap jam 8, istirahat menjadi 1 jam dari jam 12.30 s.d. 13.30, sehingga pulang lebih cepat menjadi jam 16.30. Kelihatannya voting ini gagal, karena tetap muncul dualisme.
Dari gossip-gossip yang beredar: Yang pro perubahan menganggap istirahat 2 jam ini tidak efektif. mereka ingin waktu kerja di manfaatkan maksimal, sehingga nanti jam pulang bisa lebih cepat. Sedangkan yang kontra perubahan menganggap istirahat 2 jam sudah tepat, sehingga yang berkeluarga bisa menemui anak istri (bukan istri anak, karena lebih penting anaknya daripada istrinya) saat siang hari. Disamping itu, di kantor ini tidak tersedia kantin, sehingga kalau istirahat cuma satu jam, karyawan akan kesulitan mencari makan.
Dan akhirnya yang paling pusing menghadapi dualisme ini adalah pihak management. Alhasil keluarlah surat keputusan: "Karyawan dibebaskan memilih jam kerjanya antara istirahat dua jam atau satu jam, pilihan ini hanya boleh di ubah satu tahun sekali, dan semua pihak wajib menghormati setiap pilihan karyawan"
Sementara ini sih tidak terjadi masalah berarti dalam implementasinya. Cuma kadang risih ngeliat ada yang pulang duluan. Sehingga waktu di ajak meeting, mereka menolak. ya sudah, kita pantau bersama bagaimana implementasinya. Kalo ada kecurangan, laporkan!! (lho koq jadi kayak pak EsBeYe aja nih cara ngomongnya)
Sudah happy sama jam kerja di kantor anda?
Senin, 02 November 2009
Bidadari
Petuah pak ustad tentang bidadari:
Bidadari itu ya, sangkin cantiknya, kalau jempolnya saja terlihat oleh seorang Preman, si preman langsung tobat dan pengen solat.
Kemudian keinget kejadian tadi siang:
Pas jam istirahat, pengen keluar cari makan gratisan. Tiba-tiba papasan sama seorang cewek paling cakep di kantor. Tiba-tiba langsung inget solat.
Marilah kita tebak-tebakan moral of the Story:
a. Apakah si cew itu memang bidadari?
b. Apakah saya itu preman?
c. Apakah saya bakal dapet si bidadari?
d. Apakah saya malah dapet bidadara?
Untuk menjawab, Ketik: MORAL [spasi] JAWABAN
Ada hadiah berupa baju dan celana bekas bagi yang menjawab dengan benar,
Bidadari itu ya, sangkin cantiknya, kalau jempolnya saja terlihat oleh seorang Preman, si preman langsung tobat dan pengen solat.
Kemudian keinget kejadian tadi siang:
Pas jam istirahat, pengen keluar cari makan gratisan. Tiba-tiba papasan sama seorang cewek paling cakep di kantor. Tiba-tiba langsung inget solat.
Marilah kita tebak-tebakan moral of the Story:
a. Apakah si cew itu memang bidadari?
b. Apakah saya itu preman?
c. Apakah saya bakal dapet si bidadari?
d. Apakah saya malah dapet bidadara?
Untuk menjawab, Ketik: MORAL [spasi] JAWABAN
Ada hadiah berupa baju dan celana bekas bagi yang menjawab dengan benar,
Langganan:
Postingan (Atom)


